Padang Wulanan, Wadah Kreatifitas

Padang Wulanan, Wadah Kreatifitas

Dokumentasi Media Institut Studi Islam Fahmina

Editor : Winarno S.Ag

Pelita Perdamaian, Cirebon – Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon mengadakan tradisi padang wulanan yang diikuti puluhan mahasiswa, pegiat Pelita Perdamaian dan pegiat seni Cirebon bertempat di kampus 2 Arjawinangun, Jumat (13/4).

Ada beberapa penampilan yang dipersembahkan pada padang wulanan itu, yakni pementasan seni musik, teater, tari-tarian, puisi dan lain-lain. Walaupun diguyur hujan deras, hal itu tak membuat para penonton mengurangi antusias pertunjukkan. Tak hanya itu, pegiat Pelita Perdamaian turut serta menampilkan teatrikal keindonesiaan.

Deputi Rektor III Bagian Mahasiswa ISIF Cirebon, Dr. Muhammad Ali mengatakan, kegiatan padang wulanan dengan mengambil tema ngelanglang buana karo burok (perjalanan malam dengan burok) itu merupakan sebuah wadah untuk menyalurkan kreatifitas mahasiswa.

“Tema ngelanglang buana karo burok ini berkaitan dengan Isra Mi’raj Nabi yang melakukan perjalanan pada waktu malam hari. Sedangkan kata burok itu adalah nama kendaraan yang diberikan untuk perjalanan selama Isra Mi’raj,” kata Kang Ali, panggilan akrabnya.

Ketika tampil, lanjut dia, minimal mengurangi rasa grogi dan menambah percaya diri ketika menampilkan bakat seninya di publik. Selain itu, penampilan ini juga bisa mengukur diri seperti kekurangannya, sehingga suatu saat akan tampil yang ke-2 ataupun yang ke-3 sudah bagus.

Sementara itu, Ketua Panitia Padang Wulan ISIF Cirebon, Saefulloh mengungkapkan, padang wulan ini merupakan wadah untuk mengasah mental supaya para mahasiswa untuk berani menampilkan kreatifitasnya. Ternyata teman-teman memiliki kemampuan terutama dari seni musik, puisi, dan tari.

“Saya sangat mengharapkan agar padang wulan ini bisa tetap lestari, tetap dilaksanakan, dan harus berlanjut lebih baik lagi,” tutup Saefulloh. (Arul/Pelita Perdamaian).

Tinggalkan Balasan